Sabtu, 02 Oktober 2010

Para Pemalsu Sejarah Keturunan Nabi Muhammad saw dan GERAKAN SYIAH

Dari data yang terhimpun Saidina Hasan ra dan Saidina Husein ra yang memiliki ketururunan sangat di ragukan oleh para pencatat sejarah dan pakar AL HADITS BUKHORI MUSLIM karena tidak memiliki kekuatan dasar hukum seperti nasab yang kami catatkan di bawah ini.

Saidina Husein ra memiliki putra ALI ZAINAL ABIDIN dan ABDULLAH.
Ali zainal abidin memiliki 2 orang putra ZAID dan Mauhammad albaqir dan memiliki putra Ja'far al Shadiq
Ja'far Al Shadiq memiliki 2 orang putra Ismail dan Musa Al Khazim. Dari Musa Al Kazhim memiliki putra dan turunan seperti ALI AR RIDHO. MUHAMMAD AL JAWAD ALI ALHADI HASAN AL ASKHARI. MUHAMMAD AL MAHDI, Semua berita ini di dapat dari kopi kitab lama di Universitah mekkah king abdul ajiz yang masih di ragukan juga dari catatan kopi di universitas Tarim Hadromout. tetapi yang di permasalahkan adalah status AHMAD BIN ISA AYANG BERASAL DARI BASRAH IRAQ yang tidak memiliki hubungan darah dengan Nabi Muhammad.

Kopi Artikel pada pembahasan yang lalu.
Syiah yang selalu mengatur gerakan memusnahkan sejarah yang benar di tanah ARAB PERSI dan menipu jutaan ULAMA SUNNAH WAL JAMAAH telah memancing para pencatat sejarah untuk membuka kembali semua dokumen keberadaan turunan Rasulullah,semua data kembali di kumpulkan dan di buat buku buku baru.Kesimpulan yang dikatakan oleh pencatat sejarah di Tarim Yaman dan Al Azhar Mesir meyakini turunan dari AHMAD BIN ISA DARI BASRAH IRAQ ADALAH BUKAN KETURUNAN RASULULLAH.

AHMAD BIN ISA yang lahir di Basrah Iraq yang jadi nenek moyang ALAWIYIN keluarga besar HABAIB atau HABIB juga syarifah tidak di ketemukan kebenaran keturunan dari Nabi Muhammad saw, berada pada tahun yang jauh keberadaannya. Dari sederetan sejarah palsu yang menerangkan seorang lelaki asal dari BASRAH IRAQ yang mengaku anak cucu NABI MUHAMMAD saw yang tidak jelas adalah konspirasi SYIAH yang memasuki NEGARA YAMAN agar dapat di terima dan menetap sehingga berkeluarga dan memiliki banyak keturunan, kami lampirkan nasab keturunan dari yaman pendatang dari BASRAH IRAQ bernama AHMAD BIN ISA AL BASRAH IRAQ DAN TERUS MEMILIKI KETURUNAN :
(ALI)  ( HUSEIN)    ( MUHAMMAD )      ( UBAIDILLAH menetap di yaman )

dari UBAIDILLAH inilah mereka membentuk keluarga besar di Yaman dan memiliki keturunan (ALI ) & ( ALWI AMMUL FAQQIH )
dari ALWI AMMUL FAQQIH mereka melahirkan 3 orang anak ( ABDULLAH ) (ABDUL MALIK ) ( ABDURAHMAN ) semua nama nama tadi sebut anak cucu ALWI atau kalau sekarang di dengar bernama ALAWIYIN atau keturunan ALWI AHMAD BIN ISA AL BASRAH IRAQ. Kini mereka menjadi ratusan keluarga dengan nama belakang marga yang berbeda anak cucu keturunan ALWI AHMAD BIN ISA AL BASRAH IRAQ seperti MARGA atau FUM mereka ADALAH :

AL ATTHAS - ASSEGAF - AL IDRUS - AL HABSIE - AL HAMID - BIL FAGEH - AL HADAD - AL KAFF - AL THOHIR - AL JUFRE - AL JAMALULAEL - AL QADRI - BIN AGIL - AL JINDAN - AL MUHKDOR - BIN YAHYA - AL BARUM - AL JUNAID AL AKHDOR - AL KHERID - AL KHUN - AL MADEHIJ - AL MARZAK - AL MASYHUR - AL MASILAH - AL MUTHOHAR - ABU NUMAI ASSYATIRI - AL SYILLI - BA'ABUD - BAJAHDAB - BARAQBAH - VAD'AQ - AL BA'ALI - AL NA'UMAR - ALBAIRRADINI - AL BAGHOIS - AL BAR - AL BIED - AL JAZERA - AL KADAD - AL MUSYAYAK AL UMAR - AL BAHR- ASH SHOFIE - AL HAMIL - AL BASYAEBAN - AL AS SAHIL - AL SARI - AL SYAMBAL - AL SMITH - AL THOHIR -  AL AIDID -  AL ALILALA - AZMATKHAN - AL BABTINAH - AL BAHASYIM - AL BAITI - AL BASAKUTA - AL NAZHIRI -  BAFARAJ - BASUROH - AL BAHSEIN - AL MUNAWWAR -  AL HADAR - BOFTEIN - JINDAH - AL KHIYYED - AL KHINDUAN - BIN YAHYA - MAULAKHELA - MUGEBEL - ASYSYATHA - AL SHIHABUDDIN - AL HADI - AZ ZAHIR - AZ ZAWAWI - BARAKWAN - BIN SUAIB - BIN SABA

MEREKA menyebar keseluruh Indonesia dan beberapa belahan dunia menetap dan Usaha,guru atau politikus dan berkiprah dalam dakwah, mungkin berbeda dengan mahzab imam syafei sebagai pilihan imam dari ummat muslim Indonesia dalam cara mereka berdakwah dan mengajarkan karena mereka dari keluarga perintis SYIAH asal muasalnya yang di kutib dari buku DR HA MADJID HASAN BAHAFDULLAH yang mengupas sejarah YAMAN - asal muasal keturunan YAMAN juga HADARIEM. ada juga keturunan BA ALWI atau ALAWIYIN yang telah menetap memegang ajaran dari AL IMAM SYAFEI sebagai imam mahdzab muslim Indonesia.

Mohon maaf atas segala kekhilafan dan kekurangan dalam catatan ini yang mengupas sebuah tragedi politik dan kedudukan SYIAH di belahan sejarah dunia. Bila ada catatan sejarah yang lebih kuat mendekati peristiwa aslinya pembentukan SYIAH atau silsilah Ahmad Bin Isa dari Basrah agar dapat mengungkap silsilah asli Rasulullah kami harap dapat di kirimkan kepada Kami.salam
( Catatan di ambil dari AL SYEKH DR ABDUL MUN EIM AL NEMR AL AZHAR KAIRO MESIR dengan buku ALIRAN SYIAH juga di ambil dari JOESOEF SOUYB sejarah KULAFAUR RASYIDIN juga dari buku keturunan YAMAN HADROMOUT oleh DR HA MAJID HASAN BAHAFDULLAH ).

9 komentar:

elfizonanwar mengatakan...

Apa yg diuraikan tulisan di atas, mengingatkan saya pada sejarah kaum Yahudi dengan kaum Nasrani, dimana kedua kelompok ini, saling klaim tentang keberadaan Nabi Ibrahim As. Kaum Yahudi mengklaim, bahwa Nabi Ibrahim As. itu adalah termasuk ke dalam golongan Yahudi, lalu yang kaum Nasraninya juga mengklaim bahwa Nabi Ibrahim itu adalah golongannya, kaum Nasrani.

Dengan adanya perseteruan kedua belah pihak tersebut, maka datanglah Al Quran, lalu Allah SWT berfirman: "Ibrahim bukan Yahudi dan bukan (pula) Nasrani,.........(QS. 3:67)

Begitu juga halnya dengan masalah keberadaan 'ahlul bait', disatu pihak ada kaum yang mengklaim bahwa merekalah yang satu-satunya berhak 'mewarisi' mahkota atau tahta keturunan 'ahlul bait'. Ee pihak kaum yang satunya juga tak mau kalah bahwa merekalah yang pihak pewaris tahta keturunan 'ahlul bait'. Dalil kedua pihak ini, sama-sama merujuk pada peran dan keberadaan dari Bunda Fatimah, anak Saidina Muhammad SAW bin Abdullah, sebagai 'ahlul bait' yang sesungguhnya dan sering dianggap oleh sebagian besar umat Muslim sebagai pewaris 'keturunan nabi atau rasul'.

Jika kita merujuk pada Al Quran, yakni S. 11:73, 28:12 dan 33:33 maka Bunda Fatimah ini tinggal 'satu-satu'-nya dari beberapa saudara kandungnya. Benar, jika beliau inilah, salah satu pewaris dari tahta ahlul bait. Sementara saudara kandungnya yang lainnya, tidak ada yang hidup dan berkeluarga yang berumur panjang.

Begitu juga, terhadap saudara kandung Saidina Muhammad SAW juga berhak sebagai 'ahlul bait', tapi sayang saudara kandungnya juga tidak ada karena beliau adalah 'anak tunggal'. Apalagi kedua orangtua Saidina Muhammad SAW, yang juga berhak sebagai 'ahlul bait', tetapi sayangnya kedua orangtuanya ini tak ada yang hidup sampai pada pengangkatan Saidina Muhammad SAW bin Abdullah sebagai nabi dan rasul Allah SWT.

Kembali ke masalah Bunda Fatimah, karena tinggal satu-satunya sebagai pewaris tahta 'ahlul bait', maka timbullah masalah baru, bagaimana pula status dari anak-anak dari Bunda Fatimah yang bersuamikan Saidina Ali bin Abi Thalib, keponakan dari Saidina Muhammad SAW, apakah anak-anaknya juga berhak sebagai 'pewaris' tahta ahlul bait?.

Dengan meruju pada ketiga ayat di atas, maka karena Bunda Fatimah adalah berstatus sebagai 'anak perempuan' dari Saidina Muhammad SAW, dan dilihat dari sistim jalur nasab dengan dalil QS. 33:4-5, maka perempuan tidak mempunyai kewenangan untuk menurunkan nasabnya. Kewenangan menurunkan nasab tetap saja pada kaum 'laki-laki', kecuali terhadap Nabi Isa As. yang bernasab pada bundanya, Maryam.

Dari uraian tersebut di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa menurut konsep Al Quran, bahwa kita tidak mengenal sistim pewaris nasab dari pihak perempuan, artinya sistim nasab tetap dari jalur laki-laki. Otomatis Bunda Fatimah walaupun beliau adalah 'ahlul bait', tidak bisa menurunkan nasabnya pada anak-anaknya dengan Saidina Ali bin Abi Thalib. Anak-anak dari Bunda Fatimah dengan Saidina Ali, ya tetap saja bernasab pada nasab Saidina Ali saja.

Kesimpulan akhir, bahwa tidak ada pewaris tahta atau mahkota dari AHLUL BAIT, mahkota ini hanya sampai pada Bunda Fatimah anak kandung dari Saidina Muhammad SAW. Karena itu, kepada para pihak yang memperebutkan mahkota ahlul bait ini kembali menyelesaikan perselisihan fahamnya. Inilah mukjizat dari Allah SWT kepada Nabi-Nya, Muhammad SAW, sehingga tidak ada pihak hamba-Nya, manusia yang mempunyai status istimewa dihadapan Allah SWT, selain hamba pilihan-Nya, nabi, rasul dan hamba-Nya yang takwa, muttaqin.

semoga Allah SWT mengampuni saya.

Anonim mengatakan...

@elfizonanwar,
aamiiin,
dan semoga mereka2 yg mengaku2 cucu2 baginda Rasul, cepat sadar
bahwa mereka menipu diri sendiri dan umat muslim lainnya

Anonim mengatakan...

belajar lah dulu tentang kejadian nur muhammad..maka anda akan faham..salam mahabbah

elfizonanwar mengatakan...

Katakanlah: "Hai orang-orang (keturunan) Yahudi, jika kamu mendakwakan (kelompok, golongan kamu) bahwa sesungguhnya kamu sajalah kekasih Allah bukan manusia-manusia (kelompok atau golongan) yang lain, maka harapkanlah kematianmu, jika kamu adalah orang-orang yang benar". (QS. 62:6)

Ternyata seseorang untuk menjadi 'kekasih Allah' itu bukannya milik kelompok atau golongan atau keturunan tertentu saja, siapa yang benar-benar bertakwa pada Allah SWT ya itulah Hamba Yang Dikasihi Allah.

zain mengatakan...

semoga yang diuraikan dan menguraikan mendapat ridho dari Allah SWT..karena kebenaran hanya bersumber dariNya.(Salam atas kemuliaanMu dan seluruh keluargamu wahai kekasih Allah Muhammad SAW, karena hanya melalui pintuMu cinta Allah dapat diperoleh)

Anonim mengatakan...

Telah menceritakan kepada kami Yahya yang berkata telah menceritakan kepada kami Jarir dari Hasan bin Ubaidillah dari Abi Dhuha dari Zaid bin Arqam yang berkata Nabi SAW bersabda “Aku tinggalkan untuk kalian yang apabila kalian berpegang-teguh padanya maka kalian tidak akan sesat yaitu Kitab Allah azza wa jalla dan ItrahKu dan keduanya tidak akan berpisah hingga kembali kepadaKu di Al Haudh.......mengenai sanadnya silahkan di cek sendiri agar lebih objectif. Yang menjadi persoalan, apa arti itrah itu sendiri..dan satu hal, keturunan Baalawi yang murni takkan pernah...takkan pernah meminta kehormatan dari orang lain, akan tetapi Allah sendiri yang membetikan kehormatan kepada beliau-beliau ini, sehingga berbondong-bondong orang berguru dan mengaguminya. Adalah lebih bijak untuk tidak mempersoalakan masalah benar atau tidaknya kaum baalawi itu bernasab kepada Rasulullah s.a.w, marilah belajar lagi dari sejarah dengan fikiran yang jernih dan hati yang bersih. Semoga Allah memberi petunjuk buat kita semua

Raguan Barakwan mengatakan...

@elfizonanwar : nasab memang slalu tetuju ke arah ayah,semuanya begitu,
kecuali nasab Rasulullah yang di turunkan kpd Sy Fatimah,itu sudah termasuk keistimewaan beliau,ga usah di ribetin lagi,beliau orang mulia,jadi pantas kalo dapet pengecualin seperti itu,lagian baca hadist2 tentang dzurriat Nabi.
mengenai ayat tentang semua orang itu sama disisi Allah yang membedakan hanya taqwanya,itu memang bener,tapi dibaca juga dong ayat sebelumnya,disana Allah udah jelas2 berkata bahwa manusia ini Allah ciptakan dengan bertingkat2 (derajat),tapi memang benar yang mampu menyelamatkan dari neraka cuam karna amalnya bukan dari keturunan.
dan inget juga perkataan Sy,Fathimah,barang siapa yang menyakiti keturunanku maka ia tlah menyakitiku,dan barang siapa yang menyakitiku maka ia telah menyakiti ayahku,dan kalo udah nyakitin Rasul berarti nyakitin siapa ? udah taukan ?
masalah Ahlul bait jgn disama2in sama masalah yahudi nashoro,mereka jauh berbeda.ati2 ahlul bait itu orang mulya.

elfizonanwar mengatakan...

APAKAH ADA KETURUNAN AHLUL BAIT?

Dlm Al Quran yang menyebut 'ahlulbait', rasanya ada 3 (tiga) ayat dan 3 surat.

1. QS. 11:73: Para Malaikat itu berkata: "Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah".

Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna 'ahlulbait' adalah terdiri dari isteri dari Nabi Ibrahim.

2. QS. 28:12: Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusukan(nya) sebelum itu; maka berkatalah Saudara Musa: 'Maukahkamu aku tunjukkan kepadamu 'ahlulbait' yang akan memeliharanya untukmu, dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?

Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya, maka makna 'ahlulbait' adalah meliputi Ibu kandung Nabi Musa As. atau ya Saudara kandung Nabi Musa As.

3. QS. 33:33: "...Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu 'ahlulbait' dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya".

Ayat ini jika dikaitkan dengan ayat sebelumnya QS. 33: 28, 30 dan 32, maka makna para ahlulbait adalah para isteri Nabi Muhammad SAW.

Sedangkan ditinjau dari sesudah ayat 33 yakni QS. 33:34, 37 dan 40 maka penggambaran ahlulbaitnya mencakup keluarga besar Nabi Muhammad SAW. para isteri dan anak-anak beliau.

Jika kita kaitkan dengan makna ketiga ayat di atas dan bukan hanya QS. 33:33, maka lingkup ahlul bait tersebut sifatnya menjadi universal terdiri dari:

1. Kedua orang tua Saidina Muhammad SAW, sayangnya kedua orang tua beliau ini disaat Saidina Muhammad SAW diangkat sbg 'nabi' dan rasul sudah meninggal terlebih dahulu.

2. Saudara kandung Saidina Muhammad SAW, tapi sayangnya saudara kandung beliau ini, tak ada karena beliau 'anak tunggal' dari Bapak Abdullah dengan Ibu Aminah.

3. Isteri-isteri beliau.

4. Anak-anak beliau baik perempuan maupun laki-laki. Khusus anak lelaki beliau yang berhak menurunkan 'nasab'-nya, sayangnya tak ada yang hidup sampai anaknya dewasa, sehingga anak lelakinya tak meninggalkan keturunan.

Bagaimana tentang pewaris tahta 'ahlul bait' dari Bunda Fatimah?. Ya jika merujuk pada QS. 33:4-5, jelas bahwa Islam tidaklah mengambil garis nasab dari perempuan kecuali bagi Nabi Isa Al Masih yakni bin Maryam.

Lalu, apakah anak-anak Bunda Fatimah dengan Saidina Ali boleh kita anggap bernasabkan kepada nasabnya Bunda Fatimah?. ya jika merujuk pada Al Quran maka anak Bunda Fatimah dengan Saidina Ali tidaklah bisa mewariskan nasab Saidina Muhammad SAW.

Aisya Buldifah mengatakan...

Maaf, yg menjadi persoalan adalah benarkah yg mengaku kekasih Allah (habibAllah) adalah keturunan Ahlul Bait yg haqiqi ? Seberapa kuatkah dalil2 atau bukti2 yg haq ? Tolong dijelaskan kerena Allah, tanpa takut kehilangan lahan duniawi bagi para Habib….
Sebab saya lihat beberapa coment dari yg mengaku habib2Allah, se-olah2 mereka sangat ber-ambisi agar diakui sebagai ahlul-bait beneran. Dan mereka kok sangat benci dgn ulama2 Saudi Arabia ?
Terima kasih karena Allah.

Ingatlah Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
ليس مِن رجلٍ ادَّعى لغير أبيه وهو يَعلَمه إلاَّ كفر بالله، ومَن ادَّعى قوماً ليس له فيهم نسبٌ فليتبوَّأ مقعَدَه من النار ))، رواه البخاريُّ (3508)، ومسلم (112)، واللفظ للبخاري

“Tidak ada seorangpun yang mengaku (orang lain) sebagai ayahnya, padahal dia tahu (kalau bukan ayahnya), melainkan telah kufur (nikmat) kepada Allah. Orang yang mengaku-ngaku keturunan dari sebuah kaum, padahal bukan, maka siapkanlah tempat duduknya di neraka” (HR. Bukhari dan Muslim).